Sabtu, 30 November 2024

MEDIA ANGGEREK DATARAN RENDAH BAGIAN 2

 

AKAR PAKIS DAN AKAR KADAKA

 

        Dua jenis akar yang berasal dari tanaman berbeda namun bisa menjadi satu kesatuan yang hebat. Akar Pakis merupakan akar yang berasal dari tanaman  Cibotium barometz (Penawar Jambi) jenis ini masuk kedalam keluarga paku-pakuan yang banyak terdapat di hutan Indonesia. Akar pakis merupakan media Anggerek yang paling banyak digunakan untuk menam dengan cara di tempel, papan pakis merupakan hasil pemotongan akar pakis yang sudah tua dan padat. Biasanya satu bongkahan akar pakis dapat dibotong menjadi beberapa bagian lalu di potong lagi menjadi lempengan-lempengan persegi sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan sebelumnya. Sedangkan akar kadaka merupakan akar yang diambil dari tanaman Asplenium nidus (Paku Sarang Burung) dan Drynaria sparsisora (Simbar Layangan), dua jenis tanaman ini merupakan jenis tanaman yang beralasal dari keluarga paku-pakuan yang banyak terdapat di hutan indonesia dan menempel dipohon kelapa yang sudah tua atau pohon besar yang sudah tua di berbagai daerah di Indonesia. Kedua akar ini memiliki hubungan keluarga namun memiliki karakteristik yang berbeda dimana akar pakis memiliki karakteristik lebih keras dan kaku sedangkan akar kadaka tidak memiliki karakteristik yang sama walaupun satu keluarga.

 
 Cibotium barometz (Penawar Jambi)

 Sumber gambar: https://id.wikipedia.org/wiki/Penawar_jambi#/media/Berkas:Cibotium_barometz_-_Botanischer_Garten_M%C3%BCnchen-Nymphenburg_-_DSC08046.JPG

 


Gambar: Asplenium nidus (Paku Sarang Burung)
Gambar milik pribadi 
Gambar Drynaria sparsisora (Simbar Layangan)
Gambar milik pribadi

        Media akar kadaka merupakan media yang banya dipakai untuk menanam Anggerek selain akar pakis karena media ini dapat menyimpan air lebih lama dibandingkan arang, jenis media ini cocok digunakan untuk menanam anggerek bulan/anggerek yang membutuhkan media yang basah dan lembab.

        Media akar pakis dan akar kadaka dapat disatukan dalam proses menanam anggerek tanpa pot alias ditempel sehinga akan meningkatkan nilai estetika dan membuat akar Anggerek tetap terjaga kelembapanya dan tidak kekurangan air pada saat musim kemarau/kering. Kedua jenis media ini memiliki unsur hara yang tinggi namun perlu pengolahan terlebih dahulu sebelum mengunakannya. Proses pengolahan keduanya kurang lebih caranya sama yaitu dengan cara merendam didalam air selama kurang lebih 1 minggu, apabila media terlalu kotor bisa direndam lebih lama untuk membersihkan media dari materi yang tidak dibutuhkan. Setelah media bersih maka media harus direbus sampai mendidih atau direndam dengan air panas selama kurang lebih 1 jam, lalu langkah selanjutnya diangin-aginkan sampai kering/dijemur sampai kering dan setelah kering media dapat digunakan. Sebelum digunakan bisa juga dengan direndam fungisida tapi ini tidak wajib dilakukan karena sudah melewati proses sterilisasi sebelumnya.

        Media ini merupakan media dengan masa waktu pengunaan yang cukup lama, namun perlu diingat bahwa ketika media sudah tidak produktif ditandai dengan pertumbuhan anggerek yang kurang maksimal maka perlu dilakukan pergantian media yang baru. Media ini cukup baik ditempatkan diarea yang terkena hujan secara langsung dalam waktu bertahun-tahun, pengunaan media ini lebih baik dari pada menguanakan media kayu biasa yang mudah lapuk dan apabila terkena air hujan secara terus menerus akan mengakibatkan kematian pada Anggerek.

Contoh pengunaan Akar Pakis dan Akar Kadaka pada Anggerek Dendrobium chrysotoxum.



 

Gambar milik pribadi 

 

Artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi. 

FB: @fatin orchid II dan @fatin farid

HP: 085789489103


 

Kamis, 28 November 2024

MEDIA ANGGEREK DATARAN RENDAH BAGIAN 1

 

ARANG KAYU

 

 

        Arang kayu merupakan hasil pembakaran dari kayu yang berasalal dari sisa kayu yang tidak terpakai dari pemotongan pohon, dengan metode pembakaran khusus sehinga menghasilkan arang yang berkualitas baik dapat diukur dari tekstur yang kuat dan tidak mudah hancur. Salah satu jenis arang yang baik berasal dari pohon Akasia, jenis pohon ini dapat ditemukan diberbagai daerah.

        Salah satu media terbaik untuk menanam Anggerek Dendrobium di dataran rendah (1-200 mdpl) adalah arang kayu, jenis media ini dapat menjaga kelembapan dalam waktu yang relatif lebih singkat dengan penyimpanan air yang lebih singkat pula. Media ini sangat cocok untuk anggerek yang tidak suka media yang terlalu lama basah dan terlalu lembab.


Contoh : Arang Kayu yang bagus digunakan media anggerek.

        Daya tahan media ini cukup lama sekitar 5 th apabila tidak terkena air hujan secara terus menerus dalam waktu lama, air hujan dapat meningkatkan pertumbuhan anggerek karenaa didalam air hujan terdapat banyak nutrisi yang dibutuhkan anggerek, namun air hujan dapat meningkatkan pembusukan pada akar anggerek yang sudah tua/rusak dimakan hama. Cara terbaik untuk menjaga media Arang pada tanaman anggerek adalah menempatkan ditempat yang tidak terkena hujan secara langsung, contohnya didalam tempat naungan anggrek yang mengunakan plastik UV/Asbes Fiber. Naungan yang mengunakan atap ini memungkinkan anggerek tidak terkena air hujan secara langsung dan dapat membuat media anggerek tetap dalm kondisi baik, namun cara ini dinilai kurang efektif oleh sebagian pecinta Anggerek karena harus selalu menyiram walaupun dimusim penghuja.

        Media arang yang sudah tidak produktif ditandai dengan pertumbuhan anggerek yang lambat sehinga harus segera diganti dengan arang yang baru agar pertumbuhan anggerek tidak terhambat, karena salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan anggerek adalah media yang sesuai dengan karakteristik tanaman anggrek yang ditanam.

 

Contoh : Media Arang yang sudah tidak produktif.

        Arang yang dijual dipasaran memiliki ukuran dan kualitas yang tidak sama, dalam menanam Anggerek mengunkan media arang perlu memilih arang yang memiliki tekstur yang kuat dan tidak mudah hancur serta memilih ukuran arang sesuai dengan ukuran pot yang digunakan. Pot dengan ukuran kecil membutukan arang yang berukuran kecil sedangkan pot yang berukuran besar membutuhkan arang dengan ukuran yang besar. Menanam Anggerek Dendrobium mengunakan media arang tidak perlu dicampur dengan media lain, karena mencampur media arang dengan media lain dirasa kurang efektif walaupun dapat memperbaiki kekurangan dari media arang, namun karena perbedaan masa waktu pengunaan media yang berbeda dapat membuat pengunaan media kurang efektif dari segi masa waktu pengunaan media. Media dengan masa waktu pendek harus lebih sering diganti dari pada media dengan masa waktu pengunaan yang lebih lama.

artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi.

FB: @fatin orchid II dan @fatin farid

HP: 085789489103

 

 

CARA MUDAH MENANAM ANGGEREK

  MENANAM ANGGEREK SEMUDAH MENANAM SAYURAN DI BELAKANG RUMAH            Ada beberapa cara menanam Anggrek. Salah satunya mengunakan metode b...