SEKAM BAKAR DAN SABUT KELAPA
Sekam merupakan hasil pengolahan dari biji padi manjadi beras di pengilingan padi, sekam banyak ditemukan ditempat pengilingan padi di Indonesia, terutama di Desa-desa. Kebanyakan sekam hanya menjadi limbah pabrik apabila tidak dimanfaatkan dengan baik, pemanfaatan sekam dapat di temukan di sektor peternakan unggas dan pertanian. Dalam pemanfaatan media Anggerek sekam adalah salah satu media Anggerek yang digunakan untuk menanam Anggerek tanah dan ada juga yang digunakan untuk media Anggerek pohon/yang menempel di pohon. Sekam yang digunakan untuk media tanam ada dua yaitu sekam mentah dan sekam bakar, sekam mentah adalah sekam yang tidak mengalami proses pengolahan terlebih dahulu dan bisa digunakan secara langsung untuk menanam Anggerek, sedangkan sekam bakar adalah sekam hasil proses pembakaran mengunakan metode khusus sehinga menjadi arang sekam. Kedua jenis sekam ini bagus untuk digunakan menanam Anggerek tanah, karena mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh.
Sabut kelapa adalah bagian terluar dari kulit kelapa yang tidak dipakai dalam pengolahan buah kelapa menjadi kopra atau diambil bagian daging buah dan airnya menjadi makanan atau minuman. Sabut kelapa/kulit kelapa dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk baik itu kerajinan tangan ataupung industri lainya. Sabut kelapa yang digunakan untuk media anggerek adalah yang sudah tua, bukan yang masih muda. Dalam pengunaanya sabut kelapa perlu melalui proses pengolahan dalam waktu yang lama untuk menghilangkan zat tanin yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman anggerek. Sabut kelapa perlu diolah mengunakan metode khusus yang tidak dibahas dalam artikel ini. Di pasaran terdapat beberapa media yang berasal dari sabut kelapa diantaranya ada Cocopeat, Cocofiber, dan Cocochip yang dapat dibeli di marketplace, semua jenis media ini dapat digunakan untuk media Anggerek, dalam artikel ini hanya akan dibahas cocochip saja.
Sekam bakar dan sabut kelapa bisa menjadi perpaduan yang menarik, menanam anggerek tanah dapat mengunakan sekam mentah atau sekam bakar yang dicampur cocochip, perpaduan keduanya dapat digunakan untuk menanam berbagai anggerek jenis anggerek tanah namun tidak semua jenis. Memadukan kedua jenis media ini akan menghasilkan manfaat yang lebih banyak karena keduanya mengandung nutrisi yang banyak. Kedua media ini memiliki masa waktu pemakain yang cukup lama, namun perlu diingat apabila produktifitas media sudah menurun ditandai dengan pertumbuhan Anggerek yang lambat maka perlu pergantian secara berkala agar anggerek tetap subur. Jenis media ini juga baik apabila terkena hujan dalam waktu yang lama karena media ini tidak mengendapkan air terlalu lama apabila terkana cahaya matahari secara langsung dan terus menerus. Namun perlu diingat bahwa menanam anggerek tanah di pot tidak perlu menambahkan media berupa tanah jenis apapun karena tanah dapat memadat dan membuat aliran air yang keluar dari bawah pot dapat terhambat olah tanah yang memadat. Tanah juga dapat menghambat pertumbuhan akar Anggerek.
- Contoh sabut kelapa yang sudah diolah dan siap pakai
Gambar ini milik pribadi
- Contoh sekam bakar
- Contoh pengunaan media untuk menanam Anggerek mengunakan media sekam dan sabut kelapa pada Grammathopylum speciosum/Anggerek TebuGambar ini milik pribadiGambar ini milik pribadi
FB: @fatin orchid II dan @fatin farid




Tidak ada komentar:
Posting Komentar