Minggu, 01 Desember 2024

MEDIA ANGGEREK DATARAN RENDAH BAGIAN 3

 

SEKAM BAKAR DAN SABUT KELAPA

 

        Sekam merupakan hasil pengolahan dari biji padi manjadi beras di pengilingan padi, sekam banyak ditemukan ditempat pengilingan padi di Indonesia, terutama di Desa-desa. Kebanyakan sekam hanya menjadi limbah pabrik apabila tidak dimanfaatkan dengan baik, pemanfaatan sekam dapat di temukan di sektor peternakan unggas dan pertanian. Dalam pemanfaatan media Anggerek sekam adalah salah satu media Anggerek yang digunakan untuk menanam Anggerek tanah dan ada juga yang digunakan untuk media Anggerek pohon/yang menempel di pohon. Sekam yang digunakan untuk media tanam ada dua yaitu sekam mentah dan sekam bakar, sekam mentah adalah sekam yang tidak mengalami proses pengolahan terlebih dahulu dan bisa digunakan secara langsung untuk menanam Anggerek, sedangkan sekam bakar adalah sekam hasil proses pembakaran mengunakan metode khusus sehinga menjadi arang sekam. Kedua jenis sekam ini bagus untuk digunakan menanam Anggerek tanah, karena mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh.

        Sabut kelapa adalah bagian terluar dari kulit kelapa yang tidak dipakai dalam pengolahan buah kelapa menjadi kopra atau diambil bagian daging buah dan airnya menjadi makanan atau minuman. Sabut kelapa/kulit kelapa dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk baik itu kerajinan tangan ataupung industri lainya. Sabut kelapa yang digunakan untuk media anggerek adalah yang sudah tua, bukan yang masih muda. Dalam pengunaanya sabut kelapa perlu melalui proses pengolahan dalam waktu yang lama untuk menghilangkan zat tanin yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman anggerek. Sabut kelapa perlu diolah mengunakan metode khusus yang tidak dibahas dalam artikel ini. Di pasaran terdapat beberapa media yang berasal dari sabut kelapa diantaranya ada Cocopeat, Cocofiber, dan Cocochip yang dapat dibeli di marketplace, semua jenis media ini dapat digunakan untuk media Anggerek, dalam artikel ini hanya akan dibahas cocochip saja.

        Sekam bakar dan sabut kelapa bisa menjadi perpaduan yang menarik, menanam anggerek tanah dapat mengunakan sekam mentah atau sekam bakar yang dicampur cocochip, perpaduan keduanya dapat digunakan untuk menanam berbagai anggerek jenis anggerek tanah namun tidak semua jenis. Memadukan kedua jenis media ini akan menghasilkan manfaat yang lebih banyak karena keduanya mengandung nutrisi yang banyak. Kedua media ini memiliki masa waktu pemakain yang cukup lama, namun perlu diingat apabila produktifitas media sudah menurun ditandai dengan pertumbuhan Anggerek yang lambat maka perlu pergantian secara berkala agar anggerek tetap subur. Jenis media ini juga baik apabila terkena hujan dalam waktu yang lama karena media ini tidak mengendapkan air terlalu lama apabila terkana cahaya matahari secara langsung dan terus menerus. Namun perlu diingat bahwa menanam anggerek tanah di pot tidak perlu menambahkan media berupa tanah jenis apapun karena tanah dapat memadat dan membuat aliran air yang keluar dari bawah pot dapat terhambat olah tanah yang memadat. Tanah juga dapat menghambat pertumbuhan akar Anggerek.

  • Contoh sabut kelapa yang sudah diolah dan siap pakai

Gambar ini milik pribadi

  • Contoh sekam bakar

Gambar ini milik pribadi
  • Contoh pengunaan media untuk menanam Anggerek mengunakan media sekam dan sabut kelapa pada Grammathopylum speciosum/Anggerek Tebu
     
     
    Gambar ini milik pribadi
    Gambar ini milik pribadi

    FB: @fatin orchid II dan @fatin farid
          HP: 085789489103

 

Sabtu, 30 November 2024

MEDIA ANGGEREK DATARAN RENDAH BAGIAN 2

 

AKAR PAKIS DAN AKAR KADAKA

 

        Dua jenis akar yang berasal dari tanaman berbeda namun bisa menjadi satu kesatuan yang hebat. Akar Pakis merupakan akar yang berasal dari tanaman  Cibotium barometz (Penawar Jambi) jenis ini masuk kedalam keluarga paku-pakuan yang banyak terdapat di hutan Indonesia. Akar pakis merupakan media Anggerek yang paling banyak digunakan untuk menam dengan cara di tempel, papan pakis merupakan hasil pemotongan akar pakis yang sudah tua dan padat. Biasanya satu bongkahan akar pakis dapat dibotong menjadi beberapa bagian lalu di potong lagi menjadi lempengan-lempengan persegi sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan sebelumnya. Sedangkan akar kadaka merupakan akar yang diambil dari tanaman Asplenium nidus (Paku Sarang Burung) dan Drynaria sparsisora (Simbar Layangan), dua jenis tanaman ini merupakan jenis tanaman yang beralasal dari keluarga paku-pakuan yang banyak terdapat di hutan indonesia dan menempel dipohon kelapa yang sudah tua atau pohon besar yang sudah tua di berbagai daerah di Indonesia. Kedua akar ini memiliki hubungan keluarga namun memiliki karakteristik yang berbeda dimana akar pakis memiliki karakteristik lebih keras dan kaku sedangkan akar kadaka tidak memiliki karakteristik yang sama walaupun satu keluarga.

 
 Cibotium barometz (Penawar Jambi)

 Sumber gambar: https://id.wikipedia.org/wiki/Penawar_jambi#/media/Berkas:Cibotium_barometz_-_Botanischer_Garten_M%C3%BCnchen-Nymphenburg_-_DSC08046.JPG

 


Gambar: Asplenium nidus (Paku Sarang Burung)
Gambar milik pribadi 
Gambar Drynaria sparsisora (Simbar Layangan)
Gambar milik pribadi

        Media akar kadaka merupakan media yang banya dipakai untuk menanam Anggerek selain akar pakis karena media ini dapat menyimpan air lebih lama dibandingkan arang, jenis media ini cocok digunakan untuk menanam anggerek bulan/anggerek yang membutuhkan media yang basah dan lembab.

        Media akar pakis dan akar kadaka dapat disatukan dalam proses menanam anggerek tanpa pot alias ditempel sehinga akan meningkatkan nilai estetika dan membuat akar Anggerek tetap terjaga kelembapanya dan tidak kekurangan air pada saat musim kemarau/kering. Kedua jenis media ini memiliki unsur hara yang tinggi namun perlu pengolahan terlebih dahulu sebelum mengunakannya. Proses pengolahan keduanya kurang lebih caranya sama yaitu dengan cara merendam didalam air selama kurang lebih 1 minggu, apabila media terlalu kotor bisa direndam lebih lama untuk membersihkan media dari materi yang tidak dibutuhkan. Setelah media bersih maka media harus direbus sampai mendidih atau direndam dengan air panas selama kurang lebih 1 jam, lalu langkah selanjutnya diangin-aginkan sampai kering/dijemur sampai kering dan setelah kering media dapat digunakan. Sebelum digunakan bisa juga dengan direndam fungisida tapi ini tidak wajib dilakukan karena sudah melewati proses sterilisasi sebelumnya.

        Media ini merupakan media dengan masa waktu pengunaan yang cukup lama, namun perlu diingat bahwa ketika media sudah tidak produktif ditandai dengan pertumbuhan anggerek yang kurang maksimal maka perlu dilakukan pergantian media yang baru. Media ini cukup baik ditempatkan diarea yang terkena hujan secara langsung dalam waktu bertahun-tahun, pengunaan media ini lebih baik dari pada menguanakan media kayu biasa yang mudah lapuk dan apabila terkena air hujan secara terus menerus akan mengakibatkan kematian pada Anggerek.

Contoh pengunaan Akar Pakis dan Akar Kadaka pada Anggerek Dendrobium chrysotoxum.



 

Gambar milik pribadi 

 

Artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi. 

FB: @fatin orchid II dan @fatin farid

HP: 085789489103


 

CARA MUDAH MENANAM ANGGEREK

  MENANAM ANGGEREK SEMUDAH MENANAM SAYURAN DI BELAKANG RUMAH            Ada beberapa cara menanam Anggrek. Salah satunya mengunakan metode b...